Posts Tagged ‘Microsoft Bloggership 2010’

PostHeaderIcon Karnaval Blog dan Microsoft Bloggership 2010

Pagi ini saya terkejut. Saya seriuuus. Penyebabnya karena dapat email dari Oom Guskar yang memberitahukan bahwa tulisan saya terpilih dalam karnaval blog yang tayang tanggal 15/12. Tulisan saya kemarin, entah bagaimana, lolos dipamerkan di blog Oom Guskar. Padahal menurut saya, ratusan tulisan lain yang masuk juga sangat inspiratif. Tulisan saya pun akhirnya ‘nampang’ di sini. Sebagai gantinya, saya berhak memilih satu buku yang telah disediakan. Horeeee :D

Ngomong-ngomong tentang tulis-menulis, saya baru saja menulis untuk lomba yang lain. Kali ini, tulisan itu saya ‘pajang’ di blog saya yang lain. Tulisan tersebut saya buat untuk Microsoft Bloggership 2010. Sebuah ajang kompetisi dan penghargaan bagi narablog muda Indonesia. Program Microsoft Bloggership ini akan berlangsung dalam kurun waktu 6 bulan (Januari-Juni 2010). Narablog muda penerima BLOGGERSHIP ini kemudian akan mendapatkan kesempatan untuk menulis blog dalam perjalanan bersama Microsoft Indonesia ke beberapa provinsi di Indonesia, seraya dihadapkan dengan isu-isu dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan edukasi dan pemanfaatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan kreatif. Jadi, saudara-saudara.. mampir ke tulisan saya, beri feedback dan dukungan untuk saya yaa. Matur nuwun :)

 

Btw, nama belakang Oom Guskar ternyata seperti nama Ayah saya :D

PostHeaderIcon MICROSOFT BLOGGERSHIP 2010 : Jelas Berbeda di Desa

Foto-foto ini diambil saat saya dan teman-teman kuliah di T.Informatika ITS Surabaya mengadakan satu kegiatan yang diberi nama ‘TC Goes To Village‘. Pencarian data ‘buta huruf terbanyak’ di Badan Pusat Statistik (BPS) mengantarkan kami ke suatu desa di Pasuruan, Jawa Timur. Asumsi kami, desa dengan tingkat buta huruf terbanyak merupakan desa yang memiliki tingkat pendidikan rendah.

Miris. Iya. Miris. Di saat kami -yang notabene mahasiswa IT- sudah sangat akrab dengan internet, messenger, virtual class, SIM Akademik online, forum diskusi online dan lain-lain, mereka di sana justru belum pernah ‘berkenalan’ dengan komputer dan laptop. Keadaan jelas berbeda di desa tersebut.

Mayoritas penduduk di desa tersebut mendapatkan sumber penghasilan dari aktifitas dagang. Kegiatan kami di sana akan berbagi pengetahuan tentang pengenalan dasar komputer, dan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan di sekolah untuk menunjang proses belajar-mengajar seperti aplikasi-aplikasi MS Office. Di luar dugaan, berita tersebut ternyata telah didengar oleh penduduk desa. Saat kami datang saja, penduduk-penduduk yang menemui kami tampak sangat antusias bertanya-tanya tentang materi yang akan kami ajarkan esok hari. Kami mengambil lokasi pengajaran di salah satu sekolah di desa tersebut. Target peserta yang akan mengikuti acara ini adalah murid-murid MTs dari kelas 7 s.d. kelas 9. Selain itu pula, guru dan perangkat desa juga mengikuti acara ini.

Saya, teman-teman saya, blogger, dan bahkan Anda… saya yakin dengan gampangnya mengakses internet, blogwalking bahkan dari teknologi mobile. Akun FS saja pasti sudah dimiliki sejak bertahun lalu. Buat saya juga sudah bukan hal yang aneh jika kami -mahasiswa T.Informatika ITS Surabaya- berinteraksi dengan dosen tentang mata kuliah melalui forum, atau bahkan mengetahui info-info dari FB dan Twitter. Juga tak asing lagi saat kami harus melakukan conference untuk suatu mata kuliah dan ujian secara online. Tapi hal tersebut tidak berlaku di sana. Jangankan mobile atau social network, untuk menyalakan komputer saja, mereka masih belum bisa. Eits, saya serius dan tidak mengada-ada. Karena nyatanya, cita-cita pemerataan pendidikan dan teknologi informasi di negara kita masih belum menyentuh mereka yang berada di desa kecil.

Para peserta sangat antusias mengikuti tiap sesinya dengan penuh perhatian seolah tak ingin melewatkan tiap butir pengetahuan baru yang mereka dapatkan. Duduk di lantai tanpa alas pun tidak masalah. Tidak sebanding dengan ilmu yang akan mereka terima.

Tak hanya pengenalan komputer, kami pun memberikan materi aplikasi perkantoran dasar dari Microsoft yaitu MS Word dan MS Powerpoint. Di ruangan berbeda, materi tersebut tidak diberikan dengan menggunakan komputer, melainkan laptop/notebook. Peserta yang terdiri dari murid-murid SMP tersebut rupanya memicu rasa ketertarikan bocah SD di desa tersebut. Mereka ingin sekali merasakan pengalaman mengoperasikan komputer/laptop juga membuat presentasi. Tak tega melihat semangat dan rasa penasaran mereka, kami pun mengijinkan mereka masuk dan bergabung bersama kakak-kakak mereka yang sudah duduk di bangku SMP dengan catatan bersedia untuk rapi dan tidak gaduh.

Mengenal notebook pada awalnya membuat mereka di sana ragu. Namun, perlahan mereka menikmati materi dan dengan asiknya mencoba membuat presentasi menggunakan aplikasi MS Powerpoint. Dimulai dengan membuat desain tiap slide yang ada, kemudian menambahkan animasi-animasi, dan menjalankan presentasi yang telah dibuat. Senyum dan tawa riang menyiratkan betapa menyenangkannya hal-hal baru tentang komputer dan teknologi informasi untuk mereka. Belajar secara sederhana dengan presentasi powerpoint saja sudah memberikan suasana yang jauh berbeda. Lebih hidup, dinamis, dan bersemangat.

Tiga hari di sana sebenarnya belum cukup untuk membagikan lebih banyak ilmu. Sebelum pulang, kami memberikan beberapa perangkat komputer yang dapat digunakan untuk menunjang proses belajar-mengajar di sana. Keberadaan kami di sana hanyalah awal, sebuah investasi kecil yang jika dipupuk akan berbunga indah. Siapa tahu saja dua puluh lima tahun ke depan, justru anak-anak desa yang awalnya ‘gaptek’ ini lah yang akan menjadi Menkominfo Indonesia :)

rindu senyuman lugu mereka :)

Sekecil apa pun, sesederhana apa pun, bentuk kepedulian kita untuk menyampaikan kemajuan teknologi informasi kepada masyarakat dapat menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Terlebih lagi, jika kita bekerja sama menyebarkan pengetahuan sampai ke pelosok desa, kita bisa membantu pemerintah untuk perataan pendidikan dan cita-cita bangsa bagian ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ seperti tercantum pada alinea empat pembukaan UUD 1945 pun dapat tercapai. Salah satu bentuk yang dapat dilakukan yaitu dengan program MICROSOFT BLOGGERSHIP yang memberikan kesempatan kepada narablog muda untuk berkontribusi di masyarakat dalam bidang pendidikan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan kreatif. Pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua… Bukan begitu, saudara-saudara? :D

Protected by Copyscape Original Content Validator
Empunya Blog

Terima kasih sudah mampir (",)
What should I say? Twenty-something, dan narsis. Suka mengklaim diri sendiri sebagai orang yang smart. Tak pernah melewatkan kilatan kamera di tiap acara dan masih mengingat-ingat kapan pertama kalinya tertarik untuk 'menulis'. Ingin tau lebih banyak, monggo baca-baca dulu :)

Follow Me \^^/
March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Tag
Paling Bawel Ajah
Yuk.Ngeblog.web.id
My BlogCatalog BlogRank