Tentang Pernikahan dan Hari Baik

Posted: 10th June 2010 by Sari Ajah in Whatever Things
Tags: , ,

Postingan kali ini terinspirasi oleh enam teman plus satu saudara yang ‘kompakan’ mengirimkan undangan pernikahan, yang SEMUAnya dilaksanakan di bulan JUNI. OMG, bahkan ada tiga pernikahan yang berlangsung di hari dan jam yang sama!! Kalau sudah begitu, giliran saya yang bingung ‘membelah diri’. Padahal bulan kemarin (Mei), undangan yang datang hanya satu saja. Ada apa dengan bulan Juni? What’s so special? :think:

Bulan Baik, Hari Baik.
Alasannya sih begitu. Mencari bulan dan hari yang baik. Biasanya kalau orang Jawa sih, dari hitung-hitungan weton calon pengantin pria dan wanita. Bagaimana cara menghitungnya? Hehe. Kalau yang itu sih entah ya.. saya tidak tahu menahu tentang hal itu :D
Oke. Kembali lagi ke hari dan bulan baik. Akhirnya, setelah dihitung-hitung oleh pakar per’weton’an, ditetapkanlah tanggal pernikahan. Harapannya dengan menikah di bulan dan hari yang (diramalkan) baik, pernikahan yang berlangsung nantinya membawa banyak berkah.

Versi lain
Selain hitung-hitungan weton, ada lagi yang namanya ‘tahun baik’. Prinsipnya sama sih, hanya kali ini yang dijadikan patokan adalah tahun pernikahan. Kakak kelas SMA saya bahkan menunda pernikahannya sampai tahun 2011 karena orang tua mempelai wanita mengatakan bahwa tahun 2010 tidak baik untuk pernikahan :lol:
Ada lagi. Tanggal cantik. Ini lebih global. Bukan karena perhitungan weton lahir yang ada dalam budaya Jawa. Kalau yang ini, pernikahan dilangsungkan pada tanggal-tanggal cantik seperti 010101 (1 januari 2001), 101010, (10 Oktober 2010), 111111 (11 November 2011), atau 121212 (12 Desember 2012).

Penting Ga Siii?
Kalau masalah penting dan tidak penting, kembali ke masalah tradisi dan adat yang dimiliki oleh calon pengantin dan kedua keluarga. Misal saja, walaupun menurut pengakuan salah seorang teman saya tidak penting.. tapi karena keluarga ‘calon’nya menganggap penting masalah penanggalan ini, jadi mau tidak mau ya ngikut saja lah. Sama seperti saya sebenarnya. Tidak menganggap penting tanggal yang digunakan. Saya justru lebih konsen kepada pemilihan calon baik. *nah loh* :D
Eh tapi beneraaan.. No offense!! Menikah di tanggal baik pun kalau calonnya gak baik ya sama aja.. Ujung2nya jadi gak baik juga kan?

Mau tanggal berapa pun, itu pilihan..
Semoga berbahagia semua ^^v

Cuma Update

Posted: 4th June 2010 by Sari Ajah in Begini Ceritanya.., Jalan-Jalan
Tags: , ,

ijul

Eeeeeeh.. Iya…. Bener lo si sinting satu itu. Sebenernya saya juga baru sadar kalau saya udah lama gak nulis di sini. Sebulan!! Hihihi. Maklum, kemaren-kemaren fokus nulis buat yang laen. Selain itu, ada apa saja sebulan kemarin? Saya datang ke festival film Perancis, menyisir Malang Tempo Doeloe, berbincang banyak dengan beberapa teman lama,  juga menerima paket Oreo, dan tiket gratisan premiere dari Simpati yang akhirnya saya hibahkan ke Mbak Eka.

Festival film Perancis sih agenda tahunan dan FREE!! Acara yang diadakan oleh CCCL ini menyewa satu studio di SUTOS XXI dan memutar lima film Perancis dalam satu hari. Keesokan harinya juga akan diputar lima film tersebut. Hanya saja, jam main di-set berbeda dengan hari pertama. Entah hanya perasaan saya atau bukan, tapi sepertinya peminat tahun ini lebih banyak daripada tahun kemarin. Panitia, CMIIW :D
FYI: ada looo adik kelas saya yang nonton ‘maraton’ . Jadi dalam sehari dia sudah tamat nonton lima film sekaligus!! Betahnya!! Saya sih hanya nonton satu film yang direkomendasikan oleh seorang teman dengan alasan… paling banyak menang award. Hihihihi :p

Sama dengan festival film Perancis, Malang Tempo Doeloe juga termasuk event rutin tiap tahun. Tapi ini merupakan ‘kunjungan’ pertama saya. Menurut saya, ini seperti ‘pasar malam’ yang besaaar sekali. Seluruh warga Malang rasa-rasanya berkumpul semua di sana. Areanya sampai memakan dua badan jalan Ijen. Yang menarik, stan-stan yang ada di sana didekorasi dengan gaya tempo dulu. Dengan bambu, atap jerami, lengkap dengan penjual yang memakai bawahan kain batik lengkap dengan kebaya. Selain itu juga ada panggung ludruk dan wayang. Jajanannya? Tradisional sekali!! Saya ketemu gulali, rambut nenek, arum manis, dan teman-temannya yang lain. Walaupun capek dan jalan saja harus antri, over all malam itu menyenangkan.

*eh, ini cuma asal update aja lo.. gara2 disindir sama si sinting di atas :p