Posted: 1st July 2010 by Sari Ajah in Out of My Mind, Whatever Things
Tags: Karir
Menurut saya, pertanyaan pertama yang patut ditanyakan saat memutuskan untuk melamar atau menerima suatu pekerjaan hanya dua: mau gaji, atau hati? Dengan asumsi bahwa ‘luck’ yang menggabungkan antara bekerja sesuai minat bakat dengan gaji yang tinggi, maka pada satu titik kita dipaksa diwajibkan memilih mana yang menjadi prioritas.. gaji tinggi? atau justru passion terhadap apa yang kita kerjakan?
Kalau saya piliiiih…
Entah
Ada beberapa alasan yang membuat saya ragu dalam menentukan pilihan. Di salah satu sisi, pekerjaan seberat apapun bisa terasa ringan saat ada ‘passion’ di sana. Yaaa walaupun uang bukan segala-galanya, toh hidup ini tetap butuh uang. Ribet kan. Belum lagi pilihan gaji yang ditawarkan sangat beragam. Gaji besar ini biasanya mengikuti embel-embel ‘perusahaan ternama’. Siapa sih yang tidak bangga saat menjawab nama brand perusahaan besar saat ditanya, ‘kerja di mana sekarang?’ Tapiii.. Hidup bukan hanya tentang uang dan CV saja kan?
Melihat uang koin di depan mata, saya pun terpikir untuk melemparkannya tinggi-tinggi dan menunggu sisi mana yang akan muncul. Sayang niat iseng itu saya urungkan. Tak perlu. Karena saya selesai memilih. Nantinya, jika saya dihadapkan pada pilihan ini.. saya akan memilih passion daripada gaji. Love what you do, do what you love
*Kalo kerja di Singapore kek abang yang satu ini seru juga kali yaa.. Bukan, bukan karna mupeng gaji LN lebih besar dari negara sendiri. Ini mah karna saya emang suka jalan-jalan aja ke sana. Still, passion on it.. on the travelling :p
Temen-temen alumni Youth Engagement Summit taon kemaren apa kabar, Sar?
Baiiiiiik. Alhamdulillah. Komunikasi di antara kami pun masih terjalin dengan begitu dekatnya. Kalau mengingat beberapa cerita ‘kontra’ tentang budget sebesar 2500 USD yang harus dikeluarkan panitia untuk mendatangkan tiap delegasi tiap negara dengan cuma-cuma, saya jadi merinding sendiri. Pendapat tentang ‘kegiatan tidak berguna’, ‘buang-buang uang’, ‘lebih baik delegasi menyerahkan uangnya untuk menolong rakyat yang makan saja susah’ sangat banyak saya dengar bahkan beberapa jam sebelum keberangkatan. Sempat gak enak juga sih waktu itu. Lebih tepatnya, beban moral. Uang sebanyak itu, kalau pulang-pulang ternyata ’sebegini-sebegini-aja’ dan ‘no-contribution’ jelas memalukan.
Maka, berbekal komunikasi yang masih terjalin baik.. berlanjut dengan optimisme, obrolan iseng serius tentang ‘apa yang bisa kita lakukan’, perdebatan panjang tentang tujuan dkk, juga hal-hal tidak terlalu penting tentang ‘babi ngepet dan setoran’.. Youth Empowering (YEP!) pun terbentuk di awal 2010. Perbedaan yang jelas dipunyai YEP! adalah tim luar biasa yang tersebar di banyak tempat. Susah koordinasi berpotensi sekali mengacaukan kerja dan konsep kami. Untung ada teknologi. Kami pun bisa meeting online. Tapi saya banyak bolosnya
Baru beberapa minggu berdiri, YEP! berhasil dinobatkan sebagai salah satu finalis ASEANpreneurs Idea Canvas. Walaupun gak menang, tapi tetap saja membanggakan. Berbekal tim yang solid ditambah dengan banyaknya network yang ada, umur YEP! yang masih relatif muda pun mendapatkan tawaran kerja sama dari Global Peace Festival Foundation. Acara utama nantinya dilaksanakan pada 16-17 Oktober 2010 (*in confirm) di Jakarta. Tak kurang dari 3000 peserta dari Asia Pasifik akan ikut ambil bagian dalam festival tersebut. Namun, sebelum acara puncak digelar.. Camp-camp volunteer pun mulai dibuat sejak bulan Mei. Mengambil tajuk Global Peace Volunteer (GPV) Camp, YEP! dan GPFF sukses menggelar acara GPV Camp Batch 1 yang bertempat di Puncak, Bogor. Mau tau serunya gimana? Cek langsung ke website YEP! di sini yaaa
Sukses dengan GPV Batch 1, YEP! dan GPFF pun kembali menggelar acara seru ini di Kampung Gajah. Kali ini universitas yang diajak kerja sama adalah IMT (Institut Manajemen Telkom). Namun tidak menutup kemungkinan mahasiswa/i universitas lain juga ikut dalam camp dua hari tersebut. Acaranya gak kalah seru dengan yang pertama. Coba deh baca testimonial alumni GPV Camp Batch 2 di sini. Selanjutnya, akan ada GPV Camp spesial kerja sama dengan UI dan Atma jaya. Itu saja? Nope. Volunteer-volunteer hebat ini nantinya akan kita ajak berkontribusi di Social Campaign Project Sungai Ciliwung di bulan Juli. Setelah proyek tersebut selesai, akan menyusul proyek-proyek lainnya. Info selengkapnya, menyusul yaa.. Rajin-rajin cek web YEP!