Teman, Teman Baik, dan Teman Tidak Baik

Posted: 13th February 2010 by Sari Ajah in Whatever Things
Tags: ,

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah, berubah jadi indah
Kepompong — Sinden Tosca

Dedicated to: semua teman-teman baik saya. Juga kamu, yang lagi baca tulisan ini :D

friends

BFF ;)

Menurut saya, istilah ‘teman’ saat ini sudah mengalami perluasan makna (generalisasi). Bahkan dua orang yang tidak saling mengenal, tak pernah bertatap muka, juga tak pernah ada interaksi sebelumnya dapat disebut ‘teman’ hanya karena permohonan ‘pertemanan’ di situs jejaring sosial seperti Facebook telah di-approve oleh si empunya FB.

Ok. Lalu, bedanya dengan teman baik? Jelas beda lah.. Saya mengenal beberapa orang di sekitar saya. Yang menyempatkan diri menemani saya menikmati kopi di coffee-shop, menanggapi bawel dan ribetnya curhat saya, membawakan makanan karena yakin tak akan mampu membuat saya meninggalkan deadline, tiba-tiba datang dengan satu kotak es krim saat saya sedih, pun juga ada yang bersedia menemani saya nonton konser jazz walaupun selera musiknya hardcore. Di saat yang sama, mereka tak pernah ragu menjewer telinga saya saat saya merajuk pergi ke resto seafood karena tahu akan vonis alergi yang saya dapat sejak tahun lalu. Memarahi saya habis-habisan saat sifat pelupa saya kambuh. Mereka bahkan bisa dengan terang-terangan mengkritik sikap yang patut dan tidak patut saya lakukan. Untuk mereka, orang-orang terbaik di kehidupan saya, saya menyebut mereka : teman baik.

Saya selalu percaya, semua orang dilahirkan sebagai orang baik. Salah satu keyakinan saya yang membuat teman-teman baik saya selalu was-was :D Namun hidup bukan negeri dongeng. Banyak tokoh antagonis di luar sana. Awalnya sih sempat syok bertemu dengan orang-orang seperti itu. Namun lama-lama, biasa saja. Cerita tentang beberapa teman yang tidak baik pun sering terdengar di telinga, termasuk tentang teman-teman yang ‘menusuk dari belakang’. Yang paling sering terjadi, biasanya teman-teman tipe ini bermuka dua. Di depan kita, semua tampak biasa saja bahkan terkesan ‘manis’. Tapiiiii, kalau di belakang kita sukanya malah hobi ngomongin kita, bongkar aib-aib kita. Dan ternyata tidak sedikit orang-orang yang seperti itu. Mungkin karena kebiasaan, atau juga karena tak pernah diingatkan. Yang kasihan jelas si korban yang kepercayaannya disalahgunakan ini. Aduh sinetron banget deh.

Bagaimana menghadapi teman ‘penusuk’ seperti ini?
Sabaaaaar!! Hehe. Mungkin, orang-orang seperti ini memang diciptakan untuk menguji tingkat kesabaran kita. Jangan langsung mengumbar emosi untuk menyerang mereka yang telah menyakiti hati. Tenangkan diri dulu, kemudian.. setelah cukup tenang, mampu mengendalikan emosi, dan berpikir jernih.. Coba ajak ketemuan si teman-tukang-tusuk (TTT) ini. Bukan untuk mencaci maki atau menjambak-jambak rambutnya. Tapi konfirmasi tentang tindakan TTT itu. Kalau kita teman yang baik, ingatkan si TTT bahwa apa yang dilakukannya salah. Jika si TTT meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya, berikan TTT kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. Tapi kalau si TTT malah sok-ga-tau-apa-apa, haduuu.. tinggalkan saja teman seperti itu.

Thanks God, saya dikelilingi teman-teman baik :)

  1. ImUmPh says:

    Pertamax saya amankan dulu. :P

    Bersyukur sampai sekarang saya ga punya teman yang suka menusuk dari belakang. Ato mungkin blom ketauan aja, tapi semoga tidak ada. Karena saya tau gimana rasanya ditusuk dari belakang, pasti rasanya sakit bukan main, sakit minta ampun. Kayak lagu Mulan Jameela ft. Mahadewi. hehehehe
    ImUmPh´s last blog ..Video Klip Ato Kontes Kecantikan My ComLuv Profile

    [Reply]

  2. ImUmPh says:

    Bersyukur sampai sekarang saya ga punya teman yang suka menusuk dari belakang. Ato mungkin blom ketauan aja, tapi semoga tidak ada. Karena saya tau gimana rasanya ditusuk dari belakang, pasti rasanya sakit bukan main, sakit minta ampun. Kayak lagu Mulan Jameela ft. Mahadewi. hehehehe

    “Jangan lagi kamu, menusuk diriku dari belakang
    Karena rasanya itu, sakit bukan main sakit minta ampun.”
    ImUmPh´s last blog ..Video Klip Ato Kontes Kecantikan My ComLuv Profile

    [Reply]

  3. sugeng says:

    salam kenal serta jabat erat selalu dari Tabanan
    kalo teman seperti itu namanya TMT = Teman Makan Teman :evil: tapi dimana-mana orang yang tabiatnya seperti itu pasti ada. Waspadalah….waspadalah !!!
    sugeng´s last blog ..Tips Merawat Rantai Motor My ComLuv Profile

    [Reply]

  4. guskar says:

    klo liat tipi saya sering jengah dng istilah teman yg sengaja diciptakan oleh para pesohor kita, yaitu mereka akan memberikan embel2 kata “teman” sebelum menyebut kata wartawan. perhatikan, mereka akan bilang teman-teman wartawan. apakah sebutan ini utk menghidari digosipkan? :)

    [Reply]

  5. ahahaha skr udh ada istilah baru yah?
    TTT
    =))

    Bersyukurnya dirimu dikelilingi teman2 baik Sari ;)
    Anw, teman, sahabat, dsb pastinga mengalami proses. Setelah sekian waktu bersama akan terlihat jelas kualitasnya, dan terpilah mana yang benaran teman, mana yang bukan :)

    dalam hidup gue yg masih muda ini (halah! :mrgreen: ) Baru dua kali gue salah memilih teman, dan sempet shock pas tau belangnya (emangnya kucing :D ) but time heals, other friends comfort. Termasuk kamu ;)

    Thank u
    Ps. Makan udang yuukz…. :D kabooooooooooor
    Eka Situmorang-Sir´s last blog ..Surat Tanpa Perangko My ComLuv Profile

    [Reply]

    Sari Ajah Reply:

    udaaaaaaang?
    mauuuuuu *ngelap iler*

    ih, Mbak Eka bukan teman yang baik
    aura-aura setan niiih
    udah tau alergi malah dirayu-rayuuuu
    *pura2-ngambek*

    [Reply]

  6. elia|bintang says:

    itulah yg menjadikan hubungan dengan orang lain itu seru kan.. kl temen2 kita baik semua, pasti rasanya boring. kl ga baik semua, ya kasian bnr yah.. paling enak ya balance antara punya tmn baik dan ga baik. kita jd lebih wise dalam hidup dan berhubungan dgn org lain.

    oiya istilahnya boleh jg tuh TTT :lol:

    [Reply]

  7. - H - says:

    Sedang mengalamin masalah pertemanan ya?

    Semoga sosialisasinya berjalan dengan baik ya Sar :)

    [Reply]

  8. Budi says:

    Kelilingi lah dirimu dgn teman yang benar2 ikhlas “membantu”. But this kind of friend is hard to be found.
    Semoga ceped kelar deh problem nya…
    :D
    Salam kenal yah
    Budi´s last blog ..5 Alasan Mengapa Tubuh Kamu Perlu Olahraga My ComLuv Profile

    [Reply]

  9. Oyah says:

    Nice info… memang punya sahabat sejati itu hanya bisa diukur klo ad masalah… qra2 dia bakal kabur gak, ninggalin qta … klo kabur, berarti itu cuma teman pd saat qta senang… Yaa, klo yg begini, cuma jdi teman sebatas ’say hello’ … Makanya, mudah2-an dgn blogwalking, qta bsa ktemu jenis teman yg trgolong ’soulmate’ … hehehe…

    [Reply]

  10. kenanga says:

    hallo sist.. pa kabare???
    kalo untuk masalah teman sih myb aku udah bgt2 kecewa sama yang namanya ‘TEMAN’ bahkan aku mmbahasai mereka bukan teman tapi hanya orang yang aku knal,, beruntung sist masih pnya teman baik.. aku punya teman tapi mereka hanya menjadi teman disaat dan waktu2b tertentu serta bertujuan tertentu.. contohnya : kalo ada tugas yang kejar tayang orang2 yang aku knal itu mnjadi teman bahkan teman yang sngat baik…

    [Reply]

  11. deeedeee says:

    Yang menyempatkan diri menemani saya menikmati kopi di coffee-shop, menanggapi bawel dan ribetnya curhat saya, membawakan makanan karena yakin tak akan mampu membuat saya meninggalkan deadline, tiba-tiba datang dengan satu kotak es krim saat saya sedih, pun juga ada yang bersedia menemani saya nonton konser jazz walaupun selera musiknya hardcore. Di saat yang sama, mereka tak pernah ragu menjewer telinga saya saat saya merajuk pergi ke resto seafood karena tahu akan vonis alergi yang saya dapat sejak tahun lalu. Memarahi saya habis-habisan saat sifat pelupa saya kambuh. Mereka bahkan bisa dengan terang-terangan mengkritik sikap yang patut dan tidak patut saya lakukan.

    waah, beruntungnya punya temen seperti itu, sar.. bersyukur sangat, karena teman yg seperti itu mungkin hanya bisa dihitung dengan jari…

    saya juga merasa beruntung punya tipe2 temen kayak gitu, yang siap mendengarkan “dosa2″ kita, tp tak menjauhi dan menjudge kita sebagai org yg paling bersalah di dunia, dijamin ga khan buka aib kita kemana2, dan menjadi tempat kembali dimana semua org terkesan menjauh,,, hohoho *grateful for that*
    deeedeee´s last blog ..no longer my blog My ComLuv Profile

    [Reply]

  12. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Mau tanya kiriman buku dari mbak Sari ko belum masuk ya, maap apa alamatnya salah ya
    Salam Takzim Batavusqu
    Batavusqu´s last blog ..Peduli Sahabat My ComLuv Profile

    [Reply]

  13. Bening says:

    Bertemanlah dengan penjual parfum agar kecipratan harum baunya sayang.
    Salam hangat dari Bening

    [Reply]

  14. Bening says:

    Sebaliknya berteman dengan penjahat kita bisa ketularan jahatnya walau sedikit. Be careful.
    Salam hangat dari Bening

    [Reply]

  15. Bening says:

    Berteman dengan orang pintar akan jadi pintar, berteman dengan orang malas akan kecipratan malas. So, pilih teman yang baik dan rajin dan pintar.
    Salam hangat dari Bening

    [Reply]

  16. Bening says:

    Pilih teman yang tetap setia dalam suka maupun duka nduk. a friend in need is a friend indeed
    Salam hangat dari Bening

    [Reply]

  17. Bening says:

    Sedih jika kita tidak mempunyai teman.
    tetapi lebih menyedihkan jika kita mempunyai teman tetapi tidak mampu memliharanya
    salam hangat dari Bening

    [Reply]

  18. Fransisca says:

    Hai,slm knL yaa..
    Duh gw skrg lg malez sm namanya teman bermuka dua,haduh ada maunya mendekat,udah dapet yg dia mau eh qta dijauhi lg dgn menusuk qta trlebiH dahulu,astaga!
    tp ya sutra,
    anggap aja itU ujian,wlpn skt hatinya msh terasa.

    [Reply]

wajib dibaca!!CommentLuv Enabled