Archive for January, 2010
Anak Ke-berapa?
Saya tipe orang yang suka berandai-andai….
Misal : andai saya jadi pilot, saya bisa pergi ke banyak tempat. Atau andai saya punya kantong ajaib atau pintu ke mana saja. Termasuk andai-andai saya yang ada sejak saya kecil sampai sekarang.
Andai saya bukan anak pertama.
Nah lo. Kok bisa? Read the rest of this entry »
Buku Diary
Kalau saya pikir-pikir lagi, sebenarnya hobi tulis-tulis dan coret-coret saya sudah ada sejak kecil…
Pada jaman dahulu kala.. *lebay*
Jaman-jaman saya masih mau masuk TK, saya hobi sekali corat-coret pake crayon. Semua jadi media corat-coret, mulai dari taplak, meja, lemari, dll. Demi memfasilitasi kenakalan putri mereka, orang tua saya membelikan banyak sekali buku mewarnai dan menulis. Beranjak sedikit gede, masuk SD, entah kenapa ortu, tante, oom, teman-teman, bahkan guru TK saya memberikan buku diary sebagai hadiah ulang tahun saya. Buku diary itu…. mm.. itu looo.. buku note kecil mungil, biasanya halamannya berwarna-warni, trus ada gambar-gambar lucu tiap halaman.
Masuk SD, ada trend ‘mengisi biodata’. Jadi, saat itu tiap anak di kelas selalu saling todong untuk mengisi biodata di buku diary masing-masing. Walaupun cuma berisi nama, alamat, TTL, dkk, tapi karena ditulis dengan spidol dan bolpoin warna-warni, halaman buku diary-nya jadi ramai warna sekali. Ditambah lagi di akhir biodata biasanya ditambah pantun singkat atau tulisan yang dibuat model tangga. Plus, ada foto si penulis biodata. Lumayaaan, jadi bisa koleksi foto gebetan. *nah loh*
Pindah kelas 3 SD, buku diary saya jadi ’sampah’ curhat dengan tulisan besar-besar yang tidak rapi sama sekali. Tanpa sadar, buku diary pun menumpuk semakin banyak.
Kebiasaan menulis diary itu berlanjut sampai SMA. Yang lebih menyenangkan, buku diary saya ‘jalan’. Jadi, satu buku bisa berisi keseharian dari 8 teman dekat saya. Sampai sekarang buku2 tersebut masih trsimpan rapi. Lucu juga mungkin kalau djadikan buku
Sayang, lepas SMA kebiasaan ini terhenti. Teman-teman kontributor pngisi buku sudah merantau ke berbagai pelosok dunia. Beruntung ada social networking yang tetap membuat tali persahabatan kami terjaga. Media corat-coret pun dipindah ke media online. Buku diary online pertama saya ada di blog Friendster. Karena akses terbatas, saya berpindah ke blog gratisan Wordpress. Terakhir, ke blog ini. Full akses. Ada beberapa post private juga dari teman2 dekat saya. Jadi bukan karena iming2 menghasilkan uang atau semacamnya. Lebih kepada penyaluran hobi corat-coret saya saja. Sama seperti kalau dari kecil saya disodori alat musik, mungkin sekarang hobi saya dekat dengan musik.
Sodara-sodara waktu kecil punya buku diary juga?
Bed Rest — 5 Minutes Update
Jadi, kemana kah saya selama ini?
Umm.. Beberapa waktu lalu saya cuti sementara dari kerjaan buat fokus sama urusan skripsi. Jadi wajar kalau ada beberapa orang yang mempertanyakan kehadiran saya di tempat kerja. Kemudian, bagaimana nasib skripsi saya? Sayangnya, tidak berjalan lancar seperti harapan saya.
Saya tau dan sadar, menyerah atau putus asa sangat tidak disukai oleh Tuhan. Juga fakta bahwa pelaut yang tangguh tidak dibentuk oleh lautan yang tenang. Oleh karena itu, saya tidak ingin menyerah begitu saja walaupun pada kenyataannya, mengharuskan saya berjuang sendiri. Menempa diri, mengeraskan hati. Tapi alarm tubuh saya telah berbunyi, dan lusa kemarin saya collapse. Nasihat dokter, yaaaa sama aja.. seperti dokter-dokter pada umumnya : saya harus bed rest, duduk manis, tidur-tiduran, memikirkan hal yang menyenangkan, menjauhi stres, kalau perlu berlibur. Whaaaat? Berlibur? Kerjaan saya masih banyak, Pak Dokteeeerrr………
Sedih? Jelas. Karena dengan begitu lagi-lagi kuliah saya molooor. Ditambah fakta mengecewakan beberapa orang dan harus collapse. Sigh. Menyebalkan. Tapi untuk waktu-waktu berjuang dan belajar kemarin, no regret at all.
Apakah saya menyerah? Tidak. Saya masih memperjuangkan kelulusan saya pastinya. Lalu kejadian collapse kemarin, saya rasa saya mendapat hikmahnya. Paling tidak sekarang, saya tau pasti kapasitas diri saya. Iya, Tuhan.. Maafkan saya yang tidak menyadari bahwa tiap manusia terlahir dengan peran dan kapasitasnya masing-masing. Maafkan saya yang tidak menyadari bahwa saya TIDAK mungkin bisa melakukan SEMUA hal. Maafkan saya yang telah menyakiti tubuh titipanMu ini.
*Biasa.. Bawaan demam : suka meracau tidak jelas. Aaaaaah.. Saya benci jadi ‘tahanan’ bed rest. Cuma bisa gulung-gulung kanan-kiri di atas kasur, ga bisa ngapa2in, maen henpon, apdet juga via henpon

Terima kasih sudah mampir (",)

