Posted: 30th August 2010 by Sari Ajah in Gak jelas
Tags: Ngabuburit, Puasa
Menjelang akhir puasa, semakin banyak yang menanyakan ‘ngabuburit di mana?’ kepada saya. Dan karena sudah melewati 2/3 puasa, jadilah saya mulai susah memberikan alternatif ngabuburit. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya banyak opsi yang bisa dipilih untuk tempat dan jenis kegiatan ngabuburit dibanding ngabuburit standar semacam jalan-jalan ke mall sambil cari tempat makan.
And… Here it is.. Pilihan ngabuburit versi saya:
- State your hobby
Maksudnya, lakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan hobi saudara-saudara sekalian. Futsal atau olahraga lain oke juga. Males dan ga ada tenaga buat olahraga? Jadi penonton di pinggir lapangan juga bisa
- Bake, bake, and bake
Cari salah satu resep kue yang mau dibuat, trus ke supermarket beli bahan-bahan, dan berkreasilah. Biar lebih seru, ajak banyak temen!! Lumayan juga looo buat lebaran. Kalau kue yang dibuat rasanya aneh karena gak bisa dicicip, ambil aja sisi positifnya… bisa kumpul ama temen-temen
- Bikin acara amal
Main event-nya bisa ‘BukBer on The Road‘, bagi-bagi takjil atau makanan buat orang-orang di pinggir jalan. Beberapa jam sebelum buka, pastikan sudah mencari spot tujuan. Kalau berangkat deket-deket jam buka, bisa-bisa malah kejebak macet dimana-mana. Ogah ribet dan keliling-keliling jalan? Salurkan niat beramal ke panti asuhan yang ada.
- Blogwalking, Wikiwalking, Netwalking
Kalau yang ini, spesial buat yang bener-bener males kemana-mana, sendirian, dan banjir akses internet berkecukupan. Yang perlu diperhatikan, manfaatkan untuk hal-hal yang berguna. No harsh or adult content!! Itu sih yang ada malah bikin dosa. Read the rest of this entry »
Posted: 4th July 2010 by Sari Ajah in Jalan-Jalan
Tags: Liburan
Ku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Ku lari ke pantai, kemudian teriakku
…
Atau aku harus lari ke hutan.., belok ke pantai??
(taken from Ada Apa Dengan Cinta the Movie)
Ada apa… dengan hutan dan pantai? Liburaaaan!! Hehe. Buat saya yang tinggal di Surabaya, sulit sekali menemukan tempat berlibur di dalam kota. Adanya cuma pantai yang entah kenapa tidak pernah masuk dalam list kunjungan plesir saya. Tidak ada hutan. Walaupun banyak taman kota di sini, belum cukup rupanya untuk menarik hati saya. Eits.. Bukan berarti saya tidak bangga dengan kota asal saya. Wisata yang paling pas di sini tuh wisata kuliner. Mantaaaap dah. Tapi kalau soal liburan, saya memang lebih suka ‘hijau’ hutan-hutan dan pegunungan daripada ‘biru’ laut dengan backsound ombak.
Jadilah saya lebih memilih untuk menempuh sekitar dua jam perjalanan ke selatan Surabaya. Malang. Di sana jiwa bolang saya terpuaskan. Banyak air terjun, gunung, hutan, semuanya lengkap. Buat yang punya rencana liburan naik-naik ke puncak gunung ada sedikit tips:
- Pakai baju senyaman mungkin.
Halloo.. Kita bukan mau ke mall kan? Ganti kebiasaan ber-hi-heels dengan sneaker. Kalau perlu, celana jeans kebangsaan bisa ditukar sebentar dengan celana ‘medan’. Dilengkapi topi keren juga.
- Putih putih melati.
Untuk siang hari, pakai baju dengan warna-warna terang seperti putih. Terik matahari akan lebih terasa menyengat saat memakai baju hitam. note: cuma pengalaman pribadi, belum saya lakukan kroscek tentang kebenaran efek warna pakaian dan sengatan matahari
- Air minum.
Yang namanya jalan-jalan, apalagi kalau sampai naik-naik ke puncak gunung, bekal air minum termasuk penting. Yaaa kecuali untuk beberapa orang yang lebih memilih minum dari air terjun yang (mungkin) ada di sana. Inilah kekurangan liburan ke gunung. Coba kalau liburannya ke pantai, pasti pasokan air minum melimpah ruah, dengan ’sedikit’ bonus kadar mineral tentunya
- Ransel!!
Tidak ada alasan khusus sebenarnya. Cuma kelihatan keren aja gitu naik gunung bawa-bawa ransel. Walaupun isinya cuma botol air minum!!
- Untuk gunung yang sudah ‘ramai’ atau jadi langganan wisata, jalan setapak yang dilalui sudah cukup mulus. Tantangan ada saat kunjungan dilakukan ke gunung yang masih belum ‘ngetop’. Jadinya rute yang dilalui cukup sulit, masih banyak tanaman-tanaman tinggi yang cukup mengganggu, pluuuus nyamuk-nyamuk hutan yang naudzubillah gatal. Bawa lotion nyamuk sangat disarankan. Oh iya, jika tidak yakin dengan rute yang akan dilalui tidak ada salahnya memakai jasa ‘guide’ yang biasanya ada di sekitar lokasi.
- Takut hitam? Pakai sunblock!! Kecuali buat yang memang sengaja meng-eksotis-kan diri :p
- Kameraaaa!!
Oke. Ini sangat tidak wajib, kecuali buat kalian-kalian yang sama seperti saya…. sadar kamera
Trus, yang mau liburan ke pantai…. tips-tipsnya apa?
Cuma satu tips penting dari saya: kalau memang gak terlalu pintar berenang, jangan sok jagoan maen-maen sampe ke tengah laut
Met liburaaaaaaaaan ^^v